Header Ads

Nunusaku, Surga Dari Timur

Ada Sebuah Batu Menyerupai Bahtera Nabi Nuh

KIRA-KIRA 2000 tahun yang lalu, pulau-pulau di Indonesia telah dikunjungi oleh para pelaut bangsa Yunani, Cina dan bangsa Mongol.

Kedatangan mereka sehubungan dengan pencaharian akan rempah-rempah di kepulauan Maluku terutama cengkih yang sangat digemari oleh para raja di sana. Oleh sebab itu, Maluku terkenal sampai di tanah Palestina.

Di masa itu, Raja atau Sultan Soleman sangat menggemari cengkih dan setiap kali beliau menyantap makanan cengkih harus disediakan. Hal ini juga sama dengan kegemaran kaisar-kaisar Cina akan cengkih. Setiap orang yang akan berbicara dengan kaisar lebih dahulu harus mengunyah cengkih untuk mengharumkan mulutnya.

Menurut ceritera, cengkih itu berasal dari suatu tempat yang namanya Nunusaku di pulau Seram. Tempat itu sangat sulit dikunjungi. Selain jauh dan terpencil, hanya orang-orang yang bernasib baik saja yang dapat tiba di tempat itu.

Nunusaku berasal dari kata Nunue, artinya beringin dan saku artinya air. Nunusaku artinya, pohon beringin yang mengeluarkan air.

Dari pohon itu, keluarlah tiga pohon dimana dari dahan-dahan pohon tersebut mengalirlah air yang sampai ke sungai Tala, Eti dan Sapalewa.

Ada pula versi lain yang mengatakan bahwa di Nunusaku ada sebuah bengunan dan batu yang menyerupai bahtera. Bahtera itu oleh penduduk dinamakan Bahtera Nuh. Ceritera ini dikaitkan dengan ceritera yang berada dalam kepercayaan umat Kristen tentang Nabi Nuh dengan bahteranya.

Bangunan bahtera itu bertingkat-tingkat sampai 52 tingkat. Di atas bahtera batu itu tumbuhlah sebuah pohon beringin yang rindang penuh dengan daun-daun.

Di sekitar pohon tidak ada tumbuhan rumput liar. Bahtera batu itu dikelilingi oleh air yang sejuk dan bilamana ada selembar daun pohon beringin yang jatuh ke dalam air maka daun itu tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan yang berenang ke sana dan kemari. Hal itu pertanda ada yang berduka.

Jika sehelai daun pohon beringin gugur, itu pertanda ada seorang anak cucu (orang Maluku) yang segera meninggal.

Di Nunusaku terdapat banyak keindahan dan keanehan antara lain alamnya berbunga, negeri ilang-ilang (tiba-tiba raib). Terdapat berbagai jenis pohon dan binatang dari seluruh dunia.

Di negeri itu terdapat berbagai keturunan manusia dari seluruh suku bangsa yang ada di dunia. Dapat Kehidupan disana penuh dengan kedamaian.

Diceriterakan, orang dapat saja berbaring di bawah sebuah pohon apel dan bila ingin memetik sebuah apel yang telah masak, ia cukup mengulurkan tangannya saja maka tiba-tiba pohon itu merunduk ke bawah sehingga mudah untuk memetik buahnya.

Demikian juga orang dapat berbicara dengan burung-burung. Binatang-binatang buas tidak pernah membuat manusia menjadi takut, tetapi mereka dapat berbaring bersama-sama di padang yang luas dan penuh rumput hijau.

Di Nunusaku tidak ada kekerasan, tidak ada keributan dan kejahatan lainnya. Semuanya hidup aman dan damai.

Nunusaku sering pula disebut sebagai daerah keramat Kalam Alam jadi Alam Masyhur. (Eo/BM 10)

(Sumber: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Maluku)
Diberdayakan oleh Blogger.