Header Ads

Pemimpin Dunia Beri Penghormatan Terakhir pada Acara Pemakaman Mandela

Johannesburg - Presiden dan mantan presiden, tokoh dunia dan pesohor papan atas mengalir ke Afrika Selatan pada Senin untuk memberikan penghormatan terakhir pada acara pengenangan dan pemakaman kenegaraan bagi ikon kebebasan Nelson Mandela.

Lebih dari 80.000 orang akan menghadiri pemberian penghormatan pada Selasa terhadap presiden pertama kulit hitam negara itu, yang menjadi ilham, di stadion FNB di Soweto, tempat ia membuat penampilan umum terakhir pada final Piala Dunia 2010.

Upacara itu dipandang sebagai kesempatan terakhir bagi berkabung Afrika Selatan untuk bersatu dalam misa massal bagi Mandela menjelang pemakaman kenegaraan yang lebih formal.

Meskipun Mandela telah sakit kritis selama berbulan-bulan, pengumuman kematiannya pada Kamis malam masih menjadi pukulan bagi sebuah negara yang telah melihatnya sebagai otoritas moral yang tak tergoyahkan dan secara konstan menghibur dalam waktu perubahan sosial dan ekonomi yang tidak menentu.

Parlemen Senin bersidang di Cape Town untuk sesi khusus guna menghormati pahlawan yang muncul dari sekapan penjara 27 tahun untuk memimpin negara keluar dari bayang-bayang apartheid ke demokrasi multi-rasial.

Mandela terakhir tampil di DPR pada Februari 2010, 20 tahun setelah pembebasannya.

Mantan istrinya Winnie Madikizela-Mandela dan cucunya Mandla keduanya anggota parlemen partai yang berkuasa Kongres Nasional Afrika (ANC), belum diketahui dengan jelas apakah mereka akan berpartisipasi dalam sesi itu.

"Kami berharap beberapa anggota keluarga Mandela akan berada di sana," kata juru bicara kaukus ANC Moloto Mothapo.

Mantan presiden FW de Klerk, yang berbagi Hadiah Nobel Perdamaian 1993 dengan Mandela, juga diundang.

Winnie dan Mandla keduanya menghadiri layanan Methodist di Johannesburg pada Minggu sebagai bagian dari hari doa nasional bagi Mandela yang dilakukan di gereja-gereja, masjid-masjid, sinagog dan kuil di seluruh negeri.

Presiden Jacob Zuma menggunakan kesempatan itu untuk membuat daya tarik publik bergairah agar Afrika Selatan bersatu di belakang cita-cita kesetaraan, kebebasan dan keadilan dan untuk "menjaga mimpinya hidup" Mandela.

Presiden AS Barack Obama bersama Michelle istrinya dan tiga penghuni Gedung Putih sebelumnya juga berada di antara sekitar 70 kepala negara dan pemerintahan yang terbang dari setiap sudut dunia.

Sementara Obama akan menghadiri upacara peringatan Selasa di stadion Soweto, yang lain akan tiba akhir pekan ini untuk penguburan Mandela pada 15 Desember di rumah masa kecilnya dari Qunu. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.