Header Ads

Kapolres Mimika Bantah 9 Pendaki WNA Disandera

Jayapura - Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini membantah, ada pendaki asing yang disandera di pedalaman Papua.

"Tidak benar informasi yang menyatakan ada pendaki asing disandera," tegas AKBP Rontini kepada Antara di Timika, seraya menambahkan, ke sembilan pendaki itu sempat dilarang melintasi kawasan PT.Freeport sekembalinya mereka dari mendaki Puncak Cartenz, 19 Oktober lalu.

Dikatakan, dari laporan yang diterima terungkap salah satu pendaki yakni Michael Andre asal Swiss menelphon negaranya dan memberitahukan tentang kondisi yang dialaminya bersama rekan-rekannya, termasuk mereka yang berasal dari negara lain.

Selain menelphon departemen luar negeri di negaranya, kata Akbp Rontini, Michael juga memberitahukan kondisi yang mereka alami ke pihak sponsor.

Namun pihak sponsor tidak bisa memenuhi keinginan para pendaki yang dalam kondisi fisik yang sudah mulai menurun sehingga mereka akhirnya memutuskan tidak kembali ke Sugapa melainkan berjalan dan memasuki kawasan PT.Freeport.

Menurutnya, para pendaki sempat dilarang memasuki areal "Bali Dam" namun mereka tetap ngotot sehingga pihak keamanan PT.Freeport mengamankan mereka dan kemudian menyerahkan kepihak kepolisian.

"Saat ini mereka sudah berada di Timika dan telah dimintai keterangannya oleh penyidik dan dari hasil pemeriksaan terungkap paspor yang mereka miliki masih berlaku," ungkap Akbp Rontini.

Para pendaki Cartenz itu masuk ke Indonesia melalui Denpasar kemudian ke Timika dan selanjutnya ke Sugapa tanggal 11 Oktober lalu.

Mereka terdiri dari Frencesco Rovette berkebangsaan Italia, Alui Osterreich dari Austria, Buscher Reinhard dari Jerman dan Van der Meulen dari Belanda.

Sedangkan yang berkebangsaan Swiss yakni Michael Andre, Holzhey Mattias, Schenk Silvey, Jacob Fritz dan Mayerhoff Daniel. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.