Header Ads

Ibunda Susi: Biarkan Dia Ditahan KPK agar Bisa Intropeksi Diri

JAKARTA - Siti Mariam (71), mengaku masih syok dan sangat terpukul anak keempatnya dari lima bersaudara, Susi Tur Andayani, ditangkap petugas KPK karena diduga terlibat penyuapan Rp 1 miliar ke Ketua MK, Akil Mochtar.

Selain itu, Mariam masih tak habis pikir dirinya sampai ikut terbawa-bawa kasus anaknya itu lantaran uang Rp 1 miliar yang menjadi barang bukti itu disimpan Susi di lemarinya.

"Saya sangat terpukul atas kejadian ini, ini keponakan saya, saya minta datang ke sini supaya ada teman ngobrol. Karena saya masih bingung dan enggak habis pikir kenapa anak saya bisa begitu. Saya terpukul banget, benar-benar kaget dan enggak menyangka," ucap Mariam.

Menurut Mariam, penangkapan Susi atas kasus dugaan korupsi ini merupakan 'pukulan telak' bagi dirinya selaku orang tua. "Setelah KPK datang malam dan menemukan uang Rp 1 miliar, saya susah makan, masih syok, kepikiran terus, kenapa ini menimpa keluarga saya," ujarnya.

Karena itu, Mariam sama sekali belum terpikirkan untuk menengok atau membesuk putrinya itu di tahanan KPK dalam waktu dekat.

Menurutnya, ini dilakukan agar putrinya itu mempunyai waktu untuk intropeksi diri atas apa yang telah diperbuatnya. "Saya belum tahu kapan nengoknya. Nih pikiran saya masih kacau. Biarkan saja dulu, biar dulu dia merasakan, kan dia yang tahu, dia sendiri yang melakukan itu. Biar kasih waktu untuk instropeksi diri," ucap Mariam.

Meski begitu, Mariam mendoakan agar putrinya bisa cepat dan dimudahkan dalam menyelesaikan masalah hukumnya itu.
"Saya anggap ini teguran dari Allah. Mudah-mudahan ini ada hikmahnya. Mudah-mudahan ke depan lebih baik," tuturnya. (Sumber: Tribunnews.com)
Diberdayakan oleh Blogger.