Random Posts

header ads

Di Kalteng, Relawan Jokowi Presiden Dideklarasikan

PANGKALAN BUN – Ide dasar Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP) adalah perubahan menuju Indonesia yang lebih baik, bukan fanatisme atau mengkultuskan Jokowi. Dalam semangat memuwujudkan perubahan, hanya sosok Jokowi yang dipercaya rakyat banyak, sehingga pendukung perubahan kemudian bersatu dalam Bara JP. Memang banyak calon, tapi hanya Jokowi yang layak dipercaya.
          
“Sebagai orang Kalteng, kami ingin juga Jokowi menjadi Gubernur Kalteng, pada saat bersamaan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun hal itu tidak mungkin, maka yang paling mungkin adalah menjadikan Jokowi sebagai ‘gubernur seluruh Indonesia.’ Itulah impian kami di Bara JP Kalteng,” kata Nuci Vera Candra Pamungkas, Ketua Bara JP Kalteng, dalam deklarasi di Pangkalan Bun, Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (27/7/2013) seperti tertulis dalam siaran yang diterima Tribunnews.
          
Sebelum menerima mandat dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bara JP, Candra menuturkan, pihaknya terlebih dahulu mengadakan survey, apakah masyarakat Kobar Kalteng memang menyukai dan mendambakan Jokowi. Candra datang ke suatu rumah. Belum bertanya apa-apa, langsung diajak nonton berita di televisi. “Kita nonton berita dulu, pasti ada berita Jokowi,” Candra menirukan tuan rumah.
          
Menurut Candra, setelah ada Jokowi, para tukang ojek juga jadi rajin nonton berita di tivi, hanya untuk menantikan berita Jokowi. Ketika kepada pedagang di pasar ditanya tentang Jokowi, sang pedagang dengan antusias malah balik bertanya: “Kapan Pak Jokowi bisa datang ke pasar ini?” Mahasiswa, pelajar dan para sopir truk di Pangkalan Bun juga ditanya oleh Candra, kesemuanya mendukung Jokowi. “Dengan dasar itu, kami menerima amanah menjadi Ketua Bara JP Kalteng,” ungkapnya.
          
Deklarasi Bara JP di Kalteng, diiringi aksi sosial pembagian sembako, donor darah dan buka bersama. Selain tokoh masyarakat dan belasan calon anggota legistatif setempat, deklarasi juga dihadiri sejumlah penduduk dari berbagai kecamatan dengan perjalanan naik klotok selama 4 jam. Ada juga dari kabupaten Kotawaringin Timur (juga di Kalteng). Pendukung dari Papua, “nyangkut” di Jakarta karena tiba-tiba penerbangan Jakarta ke Pangkalan Bun untuk Sabtu (27/7) hanya satu kali.

Bersama PDIP
          
Ketua Umum Bara JP Sihol Manullang mengatakan, para pendukung Jokowi ingin berjalan bersama PDIP, mencalonkan Jokowi menjadi Capres 2014 dan diumumkan sebelum Pemilihan Legistatif (Pileg). “Jika rakyat meminta, jangan dianggap sebagai tekanan. Publik meminta kepada partai, justru kemajuan demokrasi. Ini malah era baru, rakyat meminta,” katanya.
          
Sikap Bara JP, apabila PDIP mengumumkan Jokowi Capres sebelum Pileg, maka pendukung Jokowi dalam Pileg akan mencoblos PDIP. Dengan demikian Jokowi disokong dewan yang kuat. “Supaya Jokowi konsentrasi bekerja, jangan seperti sekarang, dewan ribut melulu, padahal tak ada isinya. Solusinya hanya menanti lobi-lobi yang tidak bermutu, bargaining melulu. Rakyat sudah muak gaya begitu,” kata Sihol.
          
Bara JP tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun, tidak ada yang mensponsori. Aktivitas Bara JP murni dari kocek pribadi relawan. Kini Bara JP sudah membentuk DPW di ke-34 propinsi dan di 17 negara. Dari 34 propinsi, 10 Ketua DPW adalah aktivis dan mantan golongan putih (golput) yang turun gunung mendukung Jokowi. Ada 3 propinsi yang diketuai wartawan, dan 3 propinsi dimpimpin aktivis yang merupakan calon legistatif (caleg).
         

Perubahan yang didambakan pendukung Jokowi, antara lain adalah ekonomi yang lebih baik. Jangan sampai seperti sekarang, negara dipimpin seorang doktor ilmu pertanian, tetapi harga bawang, cabe dan jengkol di atas Rp 100 ribu. “Lalu dari 3,6 juta sms kepada presiden, katanya ada 10 masukan penting, tapi tak ada soal harga yang membubung. Ini pembohongan,” katanya.
          
Program Bara JP, seperti amanat Kongres Relawan Jokowi Sedunia di Bandung 15 Juni 2013, membuat petisi kepada PDIP agar mencalonkan Jokowi sebagai Presiden RI 2014. Targetnya, mengumpulkan tanda tangan sebanyak 10% dari jumlah pemilih atau sekitar 15 juta tanda tangan. (Sumber: Tribunnews.com)