Header Ads

Ribuan Warga Indonesia di Eropa Rayakan Paskah Bersama

London - Lebih dari 1.200 umat Katholik Indonesia di Belanda, Belgia dan Jerman serta umat Katolik warga negara Belanda mengikuti Perayaan Paskah bersama Masyarakat Indonesia di Belanda dan Belgia yang diadakan di aula utama Basiliek, Senin (6/4).

Perayaan Paskah yang digelar Badan Kerjasama Keluarga Katholik Indonesia Belanda-Belgia itu digelar di Basiliek van de H.H.Agatha en Barbara, kota Oudenbosch, Belanda, demikian Minister Counsellor Pensosbud KBRI Denhaag Azis Nurwahyudi kepada Antara London, Kamis.

Perayaan didahului dengan Misa Kudus Paskah dipimpin Pastur Marianus di aula utama Basiliek yang mulai dibangun pada tahun 1865 oleh arsitek kenamaan Belanda pada masa itu yakni Pierre.J.H. Cuypers dan G.J. van Swaay dengan mengadopsi bentuk Basilika St Peters di Roma.

Kuasa Usaha Ad Interm KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo pada Perayaan Paskah itu mengatakan salah satu semangat Paskah adalah semangat cinta kasih, kebersamaan dan persatuan.

"Dalam kaitan jati diri sebuah bangsa, bangsa Indonesia telah mengenal semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan, baik dalam hal keyakinan, etnis, budaya, pendapat dan lainnya, adalah keniscayaan hidup di alam demokrasi Indonesia saat ini," ujarnya.

Ibnu melanjutkan bahwa seluruh umat sadar pentingnya persatuan, kesatuan, toleransi, kerukunan, kebersamaan dan keinginan untuk saling membantu.

Ibnu juga menyerukan agar masyarakat Indonesia di Eropa khususnya di Belanda untuk terus menjaga dan terus berbangga dengan semangat dan jati diri bangsa Indonesia.

Acara perayaan Paskah Bersama itu bertema "Pergi...Wartakanlah" dan diikuti oleh lebih dari 1.200 umat Katholik Indonesia di Belanda, Belgia dan Jerman, serta umat Katolik warga negara Belanda.

Perayaan itu juga diikuti para jemaat misa Paskah, tamu undangan dan peserta lainnya termasuk para suster dan pastur Indonesia yang sedang menimba ilmu di Belanda dan Belgia.

Lebih lanjut, KUAI Ibnu Wahyutomo mengapresiasi berbagai kegiatan masyarakat Katholik Indonesia di Belanda dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta mendukung diplomasi Indonesia di Belanda.

"Masyarakat Indonesia di Belanda, termasuk keluarga besar masyarakat Katholik memainkan peran yang baik dalam mengisi 'second track diplomacy' Indonesia di Belanda," ujar Ibnu.

Dalam kaitan dengan tema Paskah tahun 2015, Ibnu mengharapkan agar warga Katolik Indonesia di Belanda ikut pula "mewartakan" berbagai perkembangan positif Indonesia, upaya pengenalan jati diri bangsa Indonesia kepada masyarakat Belanda, serta keinginan untuk semakin memperkuat hubungan Indonesia-Belanda dan kedua masyarakatnya.

Setelah sambutan KUAI, sambutan perayaan Paskah disampaikan oleh Bernhard de Water dan Ketua Panitia Perayaan Paskah 2015, Steward Pielaat. (ant/bm 10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.