Header Ads

Presiden Afsel Kutuk Kekerasan Terhadap Orang Asing

Cape Town - Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma pada Ahad (12/4) mengutuk kekerasan terhadap warga negara asing serta penghancuran harta dan penjarahan toko di bagian mana pun negeri tersebut.

"Kami kembali menyatakan tak ada pembenaran buat menyerang warga negara asing. Mereka yang berada di negeri ini secara gelap mesti dilaporkan ke polisi dan mereka akan dipulangkan ke negara asal mereka dengan cara yang sesuai hukum," kata Zuma.

Presiden Afrika Selatan itu berbicara di tengah rangkaian baru kerusuhan di beberapa kotapraja kulit hitam di seluruh Durban, Provinsi KwaZulu-Natal, tempat lebih dari 100 toko milik orang asing dijarah dan ratusan orang asing dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Ia mendesak warga agar memberi keterangan kepada polisi jika mereka mengetahui ada warga negara asing yang terlibat dalam kegiatan kriminal.

"Mereka (orang asing) tak boleh diserang. Kami ingin menegaskan polisi juga akan melakukan tindakan terhadap semua orang yang terlibat aksi kekerasan, termasuk warga negara asing jika mereka menyerang warga," kata Zuma.

Presiden Afrika Selatan tersebut telah menugaskan Menteri Urusan Dalam Negeri Malusi Gigaba, Menteri Polisi Nathi Nhleko dan Menteri Keamanan Negara David Mahlobo agar bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi KwaZulu-Natal untuk meredam kerusuhan yang telah terjadi di Daerah Permukiman Durban.

Zuma juga mengatakan semua jajaran pemerintah telah diinstruksikan agar menerapkan hukum dan berdasarkan hukum mencegah tumbuhnya perdagangan gelap dan toko tanpa izin, yang tampaknya menjadi keprihatinan warga di seluruh negeri itu.

Polisi juga berusaha keras untuk menangkap warga negara asing yang terlibat dalam aksi kejahatan dan banyak dari mereka ditangkap dan hukuman diumumkan kepada masyarakat, kata Zuma.

Zuma mengatakan pemerintah menangani masalah yang disampaikan oleh warga secara nasional, terutama, keluhan mengenai pendatang gelap dan tanpa dokumen, pengambil-alihan toko lokal dan tempat usaha lain oleh warga negara asing serta perkiraan bahwa warga negara asing melakukan kejahatan.

"Pemerintah juga ingin mengingatkan warga bahwa tak semua warga negara asing hidup di Afrika Selatan secara gelap," kata Zuma, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. "Banyak warga negara asing memiliki status hukum dan memberi sumbangan yang berarti bagi ekonomi dan pembangunan negara kita serta mematuhi hukum di negeri ini." Zuma menambahkan pemerintah akan terus memberi dukungan bagi pengungsi dan pencari suaka sebagaimana ditetapkan oleh hukum internasional dan Undang-Undang Dasar Negara itu sendiri, yang melayani martabat dan hak asasi manusia.

Pemerintah juga memberlakukan tindakan lain untuk mendukung pengusaha kecil sehingga pemilik toko dan perusahaan lain --kecil, menengah dan mikro-- di daerah permukiman warga kulit hitam, yang mendapat tekanan, bisa memperoleh bantuan.

"Kami mendesak warga agar mengizinkan pemerintah menangani ini dan tantangan lain imigrasi serta tidak main hakim sendiri," katanya. (ant/bm 10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.