Header Ads

PBB Prihatin Situasi Yang Memburuk di Suriah

PBB, New York - Sayap kemanusiaan PBB pada Selasa (31/3) menyampaikan keprihatinannya mengenai situasi yang memburuk di bagian barat-laut Suriah, dan mengatakan babak baru pertempuran telah mengakibatkan "tewas dan cederanya banyak warga sipil".

"Kantor (PBB) bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan situasi kemanusiaan di Idleb, bagian barat-laut Suriah, memburuk," kata Farhan Haq, Wakil Juru Bicara PBB, dalam satu taklimat harian di Markas Besar PBB, New York, AS.

Pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah dan kelompok bersenjata non-negara, yang meningkat pada 24 Maret, telah membuat sebanyak 30.000 orang telah kehilangan tempat tinggal, serta menewaskan dan melukai banyak warga sipil.

Utusan dan Koordinator Kemanusiaan PBB buat Suriah Yacoub El Hillo mengatakan ia "sangat prihatin dengan pertempuran yang berkecamuk di Gubernuran Idleb dan kemungkinan dampaknya pada ratusan ribu warga sipil", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Koordinator itu, yang menyatakan situasi menyedihkan di Idleb --tempat kekurangan pasokan listrik, selian sekolah dan rumah sakit serta banyak toko ditutup, menyeru semua pihak dalam konflik tersebut agar mematuhi kewajiban mereka guna melindungi warga sipil dan personel kemanusiaan berdasarkan hukum hak asasi dan hukum kemanusiaan internasional.

Sebagian besar penduduk Idleb, yang diperkirakan berjumlah 500.000 orang, masih berada di kota itu.

"Namun, seandainya pertempuran terus bertambah sengit, PBB dan semua mitranya khawatir bahwa terusirnya banyak orang dapat terjadi dan mereka mungkin menyelamatkan diri ke gubernuran yang bertetangga serta ke seberang perbatasan ke Turki," demikian peringatan Haq.

Pada Senin (30/3), sehari sebelum pertemuan negara donor utama bagi negara yang dicabik perang tersebut, Organisasi Pertanian dan Pangan PBB (FAO) meminta bantuan sebesar 121 juta dolar AS untuk meringankan kondisi rawan pangan di Suriah.

Dana itu sangat diperlukan guna mencegah bertambah buruknya situasi keamanan dan ambruknya rantai pangan regional akibat krisis Suriah, kata Haq dalam satu taklimat harian.

Seruan tersebut dikeluarkan sebelum Konferensi Janji Kemanusiaan Internasional Ke-3 bagi Suriah pada Selasa di Kuwait. Dalam konferensi itu, PBB berencana mengumpulkan 8,4 miliar dolar AS.

Sebanyak 50 persen ternak telah mati dan panen sereal telah anjlok sampai separuh sejak meletusnya perang saudara pada 2011, katanya.

Konferensi Ketiga buat Suriah di Kuwait dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Janji bantuan 1,5 miliar dolar AS dan 2,4 miliar dolar, masing-masing, disampaikan dalam Konferensi Pertama dan Kedua --keduanya dituan-rumahi oleh Kuwait-- tapi tak semua janji itu dipenuhi, kata PBB. (ant/bm 10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.