Header Ads

Ramalan Pemerintahan Joko Widodo di Tahun Kambing Kayu

TAHUN 2015 Masehi atau 2556 dalam penanggalan Tionghoa disebut dengan tahun Kambing dengan simbol digambarkan elemen kayu duduk di atas tanah. Berdasarkan kepercayaan, elemen kayu Yin menguasai tanah sehingga berada di siklus perusakan dan selalu berkelahi.

Tetapi nuansa konflik mudah dicairkan dengan kompromi, karena ciri kayu Yin adalah bunga yang mudah menyesuaikan diri. Dia punya sifat kenyal dan bisa dibawa ke mana-mana.

Rohaniawan yang juga pakar penanggalan Tionghoa, Bonsu Anton Trijono mengungkapkan adanya kesesuaian kondisi sekarang ini dengan penanggalan Imlek. Perseteruan yang panjang antara dua lembaga negara yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri berangsur akan segera selesai seiring memasuki tahun Baru Imlek.

"Sikap bapak Presiden Joko Widodo baik sekali, Jokowi melemparkan Revolusi Mental yang artinya punya kesesuaian dengan shio Kambing Kayu," katanya di Klenteng Eng An Kiong, Kamis (19/2/2015).

Komponen yang mendampingi Jokowi selalu persoalan pertentangan antara hukum dan politik. Karena itu imbauan yang diberikan untuk rakyatnya bersatu untuk meraih kemenangan.

Yang saat ini terjadi adalah ego masing-masing pribadi dua pihak. Keduanya menuruti hawa nafsu yang merusak. Menurutnya masyarakat harus menyesuaikan diri dan mengikuti langkah yang diambil oleh Presiden sebagai pemimpin.

"Jokowi akan menjalankan pemerintahan dengan kelembutan, dan akan mengajak mereka yang berkonflik untuk menggunakan hati mereka masing-masing. Secepatnya akan cair," katanya.

Jokowi akan berjalan dengan baik dalam pengertian sesuai dengan koridor hukum. Kebijakannya akan diikuti oleh bawahannya dengan bersinergi.

"Masing-masing pihak harus bersikap bijak. Sekarang memang sudah keterlaluan mereka yang berusaha menekan-nekan Jokowi," tegasnya. (Merdeka.com/bm 10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.