Header Ads

Menlu Australia ke Indonesia, China Setelah Masalah Penyadapan

Sydney - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop akan melakukan pembicaraan dengan Indonesia pada hari Kamis dalam upaya menurunkan ketegangan antara Australia dan Indonesia setelah munculnya masalah penyadapan.

Kunjungan Bishop itu juga diharapkan dapat mengarah pada penyusunan kode etik dalam mengatur hubungan kedua negara.

Menlu Bishop juga akan mengunjungi China.

Hubungan Australia dan China juga mengalami ketegangan setelah Canberra mengkritik Beijing atas langkahnya menetapkan zona identifikasi pertahanan udara baru-baru ini.

"Menteri (Bishop) akan memimpin delegasi tingkat tinggi ke Jakarta untuk membahas berbagai aspek menyangkut hubungan bilateral, menyusul pernyataan-pernyataan yang dikemukakan baru-baru ini oleh (Presiden Susilo Bambang) Yudhoyono," demikian diungkapkan kantor Menlu Bishop.

Laporan-laporan bulan lalu mengatakan mata-mata Australia berupaya menyadap telepon Presiden Yudhoyono, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah orang di lingkarannya pada tahun 2009.

Laporan itu menyulut timbulnya salah satu krisis diplomatik terburuk antara kedua negara, yang sebelumnya telah menjadi sekutu strategis selama bertahun-tahun.

Jakarta bereaksi keras dengan mengakhiri kerjasama menyangkut latihan militer dan pada penanganan masalah kunci penyelundupan manusia.

Pemerintah Indonesia juga menarik duta besarnya dari Canberra.

Ketegangan menurun setelah Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengirim surat berisi penjelasan kepada Yudhoyono.

Kedua pemimpin sepakat bahwa utusan tinggi kedua negara akan membahas protokol dan kode etik mengatur hubungan yang "jelas, adil dan dipatuhi".

Abbott juga menyarankan diselenggarakannya pembahasan soal keamanan untuk membangun kepercayaan.

Sementara Julie Bishop akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pertahanan Australia David Johnston mengakui bahwa kerusakan hubungan tidak dapat diperbaiki dengan cepat.

"Perlu waktu untuk menangani masalah-masalah hubungan bilateral pada saat ini, namun masalah-masalah tersebut akan dapat diselesaikan pada waktunya," kata Johnston.

"Sebagai menteri pertahanan, saya akan melakukan yang terbaik untuk mengupayakan (penyelesaian masalah, red) dengan sering melakukan kunjungan ke Indonesia. Membangun kepercayaan adalah hal yang mendasar dan hanya bisa dilakukan melalui kontak secara pribadi serta rasa saling menghormati." Dari Jakarta, Bishop akan berangkat ke China, dengan tujuan utama untuk menghadiri Dialog Luar Negeri dan Strategis --yang dilangsungkan setiap tahun-- dengan mitranya, Menlu China Wang Yi.

Dialog itu akan memusatkan pembahasan pada agenda bilateral serta masalah-masalah kawasan dan dunia yang menjadi perhatian bersama.

Kunjungan dilakukan Bishop setelah Beijing bulan lalu mengemukakan kemarahan kepada Bishop yang memanggil duta besarnya untuk menyuarakan bahwa Australia menentang penetapan zona udara di Laut China Timur.

Atas tindakan pemanggilan itu, China menuntut Australia untuk secepatnya memperbaiki "kesalahan".

Canberra menolak tuntutan itu dengan menyatakan memiliki hak untuk berbicara menyangkut kepentingan-kepentingan Australia. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.