Header Ads

Jokowi tak menampik dukung Megawati jadi capres

Jakarta - Wacana pasangan Megawati-Jokowi disebut menguat seiring dengan hasil survei internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menyatakan duet bakal capres-cawapres 2014 itu berada di posisi teratas dibanding pasangan lain. Terlebih, Jokowi sendiri yang justru dikabarkan menginginkan Megawati sebagai capresnya.

Saat dikonfirmasi kebenaran kabar itu, Jokowi tidak menampik. Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta hal itu ditanyakan ke Megawati.

"Tanyakan ke sana. Kalau tanya ke saya itu banjir. Itu kan udah saya bilang," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (16/12).

Ditanya apakah dengan tidak menampik artinya mendukung Megawati sebagai capres, Jokowi tetap mengatakan, "Tanyakan ke sana. Kalau masalah politik tanyakan ke Ibu Mega, DPP, ke partai."

"Urusan politis jangan tanyakan ke saya. Tanyakan ke saya yang berkaitan dengan Jakarta," tegasnya lagi.

Soal seringnya dirinya tampil bareng Megawati di hadapan publik, Jokowi menjawab santai. "Ya gak apa-apa jalan bareng doang," ujarnya.

Seperti diberitakan, sumber di internal PDIP mengatakan, Megawati-Jokowi memang sedang digodok PDIP sebagai salah satu opsi untuk dimajukan sebagai capres-cawapres di Pilpres 2014. Bahkan, opsi itu untuk saat ini adalah yang utama.

"Toh survei (terbaru) kita se-Indonesia dengan sampel 2.650 Mega-Jokowi dipilih 60 persen. Berikutnya Prabowo-Hatta 30 persen sekian. Sisanya yang lain," kata sumber tersebut.

Unggul di survei internal bukan satu-satunya alasan. Sumber itu mengatakan, pasangan Megawati-Jokowi tengah diupayakan untuk menghindari politik dagang sapi.

"Paling aman ya sama Bu Mega. Bu Mega kan ndak punya vested interest. Kebayang kalau Jokowi dipasangkan dengan sosok lain. Mumet urusan politik dagang sapi nanti," ujarnya.

Di sisi lain, kata sumber itu, opsi itu justru sangat didukung oleh Jokowi sendiri. "Megawati capres terbaik pilihan Jokowi," kata sumber itu. (Sumber: Merdeka.com)
Diberdayakan oleh Blogger.