Header Ads

DPRD Minta Polisi Investigasi Penembakan di Freeport

Timika - Kalangan DPRD Mimika, Papua meminta jajaran kepolisian setempat menginvestigasi sampai tuntas tiga kasus penembakan yang terjadi di Mil 40 dan Mil 41 area PT Freeport Indonesia.

Ketua DPRD Mimika, Trifena M Tinal kepada Antara di Timika, Rabu mengatakan masyarakat Mimika selama ini sudah jenuh dengan berbagai kasus teror penembakan yang terjadi di area PT Freeport sepanjang 2009 hingga awal 2012.

Setelah lebih dari satu tahun situasi keamanan di area Freeport cukup kondusif, namun saat ini muncul lagi kasus-kasus teror penembakan oleh kelompok bersenjata tak dikenal.

"Kita harap pihak kepolisian dapat melakukan investigasi yang tuntas atas masalah yang terjadi di area PT Freeport itu. Masyarakat Mimika ingin hidup nyaman. Sedapat mungkin pelakunya ditangkap dan dihadapkan ke proses hukum positif," kata Trifena.

Pada Rabu siang Kapolda Papua, Irjen Polisi Tito Karnavian yang baru tiba dari Jayapura langsung meninjau lokasi terjadinya tiga kasus penembakan terhadap kendaraan milik anggota TNI, mobil tangki air dan mobil pengangkut bahan peledak di Mil 41 dan Mil 40 ruas jalan yang menghubungkan Timika-Tembagapura.

Dalam kurun waktu empat hari terakhir terjadi tiga kali insiden penyerangan terhadap kendaraan yang melintas di ruas jalan Timika-Tembagapura, tepatnya di sekitar Mil 41 dan Mil 40.

Kasus penembakan pertama terhadap kendaraan yang ditumpangi anggota Brigif 20/Ima Jaya Keramo, Praka Warsidi di Mil 41 pada Minggu (8/12) sekitar pukul 12.56 WIT. Saat itu kendaraan inova dengan nomor polisi S 739 WG yang dikemudikan Praka Warsidi sedang dalam perjalanan dari Timika menuju Mil 50. Saat melintas di sekitar Mil 41, kendaraan tersebut diberondong tembakan peluru dari sisi kanan dan kiri jalan yang mengenai kaca mobil sebelah kiri.

Beruntung, Praka Warsidi lolos dari serangan kelompok bersenjata tak dikenal tersebut dan meneruskan perjalanan hingga Mil 50.

Berselang sehari kemudian masih di lokasi yang sama terjadi penembakan terhadap sebuah truk tangki air dengan nomor lambung 021010 yang dikemudikan Agustinus Weyay.

Truk pengangkut air yang dikemudikan Agustinus, karyawan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) itu sedang dalam perjalanan menuju pos Mil 41 untuk mengisi air.

Sebelum memasuki pos (kurang lebih sekitar 200 meter), kendaraan yang dikemudikan Agustinus diberondong tembakan senjata api sebanyak enam kali dari arah kiri jalan.

Menurut pengakuan Agustinus, dirinya mendengar lebih dari satu kali tembakan dari lokasi yang sama.

Akibat tembakan itu, ditemukan lima bekas tembakan pada kendaraan yang dikemudikan Agustinus yaitu satu mengarah ke pintu, radiator dan sebelah atas ban.

Selanjutnya pada Selasa (10/12) sekitar pukul 12.45 WIT terjadi lagi penyerangan terhadap konvoi kendaraan pengawal bahan peledak PT Freeport di Mil 40.

Mobil jenis Escort warna putih dengan nomor lambung 01-4758 yang dikemudikan oleh Ridwan dan ditumpangi dua personel Brimob Detasemen B Polda Papua yang sedang mengawal tujuh truk trailer pengangkut bahan peledak Freeport ditembak oleh gerombolan bersenjata tak dikenal pada jarak hanya sekitar 100 meter dari Pos Mil 40.

Mobil tersebut diberondong tembakan senjata api sebanyak tiga kali dari arah kanan jalan.

Akibatnya, mobil Escort pengawal truk trailer langsung berbalik arah dan anggota Brimob Detasemen B Polda Papua, Brigadir Supriyadi membalas tembakan ke arah kanan jalan. Anggota Brimob yang bertugas mengawal Pos Mil 40 juga ikut terlibat kontak tembak dengan gerombolan bersenjata tak dikenal. Kontak tembak berlangsung sekitar 10 menit.

Beberapa saat kemudian Komandan Satgas Pengamanan PT Freeport wilayah dataran rendah AKBP Yusuf Wali bersama satu peleton anggota Brimob tiba di lokasi.

Tak lama kemudian satu regu anggota Yonif 754 Eme Neme Kangasi dipimpin Mayor Inf Akbar dan satu regu anggota Denkav-3/SC Pos Randfile dipimpin Lettu Musrsaling melakukan patroli dari Mil 40 hingga Mil 46.

Dalam tiga insiden penembakan itu, tidak ada korban jiwa. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.