Header Ads

Warga AS Tewas Tergantung di Sel Polisi Mesir

Kairo - Seorang warga AS yang ditemukan tergantung Minggu di sel polisi di kota Ismailiya di kawasan Terusan Suez diyakini bunuh diri, kata beberapa pejabat keamanan Mesir.

Mereka mengatakan, mayat James Henry (55), yang mengaku kepada pihak berwenang sebagai pensiunan perwira, ditemukan pada sore hari di kantor polisi Ismailiya Awal.

Henry ditahan pada Agustus karena melanggar jam malam yang diberlakukan setelah gelombang kerusuhan politik terakhir yang melanda Mesir.

Ia dihadang di jalan antara El-Arish dan Rafah di Sinai Utara dan mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ia sedang dalam perjalanan menuju Jalur Gaza.

Sejumlah pejabat mengatakan kepada AFP, delegasi Kedutaan Besar AS mengunjungi Henry di selnya pekan lalu.

Ia ditemukan tewas sehari setelah ia diberi tahu aparat bahwa penahanan preventifnya diperpanjang selama 30 hari lagi.

Henry adalah warga asing kedua yang diketahui tewas di penjara Mesir sejak kudeta militer menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada Juli.

Pada September, seorang warga Prancis dipukuli hingga tewas oleh rekan-rekan selnya di sebuah penjara Kairo. Ia tampaknya ditangkap di sebuah pos pemeriksaan.

Penggulingan Presiden Mesir Mohamed Morsi pada 3 Juli oleh militer mengarah pada peningkatan serangan militan terhadap pasukan keamanan dan pemberlakuan keadaan darurat serta jam malam.

Penumpasan militan yang dilakukan kemudian di Mesir menewaskan ratusan orang dan lebih dari 2.000 ditangkap di berbagai penjuru negara itu.

Kekacauan meluas sejak penggulingan Presiden Hosni Mubarak dalam pemberontakan rakyat 2011 dan militan meningkatkan serangan-serangan terhadap pasukan keamanan, terutama di Sinai di perbatasan dengan Israel.

Militan-militan garis keras yang diyakini terkait dengan Al Qaida memiliki pangkalan di kawasan gurun Sinai yang berpenduduk jarang, kadang bekerja sama dengan penyelundup lokal Badui dan pejuang Palestina dari Gaza.

Militan di Sinai, sebuah daerah gurun di dekat perbatasan Mesir dengan Israel dan Jalur Gaza, menyerang pos-pos pemeriksaan keamanan dan sasaran lain hampir setiap hari sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada 3 Juli.

Sumber-sumber militer memperkirakan, terdapat sekitar 1.000 militan bersenjata di Sinai, banyak dari mereka orang suku Badui, yang terpecah ke dalam sejumlah kelompok dengan ideologi berbeda atau loyalitas suku, dan sulit untuk melacak mereka di daerah gurun itu. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.