Header Ads

Tim PBB Harap Segera Dapat Musnahkan Senjata Kimia Suriah

PBB - Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mengawasi pemusnahan senjata kimia Suriah, berharap memulai pemeriksaan di tempat dan upaya penonaktifan senjata itu pada pekan depan, kata badan dunia tersebut pada Kamis.

Misi bersama PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia itu mengatakan membuat kemajuan awal berarti dan menambahkan bahwa dokumen yang diserahkan Damaskus pada Rabu terlihat menjanjikan.

"Tim itu berharap untuk memulai pemeriksaan di lokasi dan upaya awal untuk memusnahkan peralatan dalam pekan depan, tapi ini tergantung pada hasil dari kelompok teknis yang dibentuk dengan partisipasi para ahli Suriah," kata mereka dalam sebuah pernyataan .

Dua organisasi itu, namun, memperingatkan bahwa "analisis lebih lanjut, terutama terkait diagram teknis, akan diperlukan dan beberapa pertanyaan lagi tetap masih harus dijawab." Juru bicara PBB Martin Nesirky menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut kepada wartawan, dan mengatakan, "para ahli teknis perlu mempelajari segala sesuatu yang diberikan kepada mereka dengan sangat seksama." "Jelas ada kerjasama yang baik dengan pihak berwenang Suriah di tingkat ahli untuk mencoba memahami materi yang diberikan kepada tim pendahuluan dari PBB dan OPCW," tambah Nesirky.

Tim OPCW-PBB yang terdiri dari 19 pakar perlucutan senjata tiba di Damaskus pada Selasa.

Mereka mengawasi pelaksanaan resolusi PBB yang memerintahkan pemusnahan senjata kimia Suriah.

Resolusi 2118 disahkan setelah serangan gas di pinggiran Damaskus yang menewaskan ratusan orang pada 21 Agustus lalu, suatu kekejaman yang mendorong Amerika Serikat mengancam untuk melakukan serangan militer terhadap Suriah.

PBB dan OPCW mengatakan kelompok teknis bersama bekerja untuk memverifikasi informasi yang diberikan oleh Damaskus, keamanan inspektur dan "pengaturan praktis untuk menerapkan rencana" guna memusnahkan senjata kimia Suriah pada pertengahan 2014.

Sebelumnya pada Kamis, PBB dan OPCW mengatakan jika para ahli telah mulai mengamankan lokasi kerja mereka di Suriah .

Tim juga mempertimbangkan "kesehatan dan bahaya lingkungan yang mungkin harus mereka hadapi," kata pernyataan sebelumnya.

Para ahli menghadapi tugas yang menakutkan, karena rezim Presiden Bashar al - Assad diketahui memiliki lebih dari seribu ton agen saraf sarin, gas mustard dan senjata kimia terlarang lainnya. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.