Header Ads

Lemasa Imbau Warga Tak Terprovokasi Hasil Pilkada

Timika - Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) mengimbau warga Mimika, Papua, tidak terprovokasi dengan berbagai isu terkait hasil Pilkada 10 Oktober 2013.

Sekretaris LEMASA, Lukas Magai kepada Antara di Timika, Senin mengatakan warga Mimika yang berhak sudah terlibat aktif dalam Pilkada Mimika dengan menyalurkan suara mereka pada 568 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Tahap selanjutnya, kata Lukas, terletak pada perangkat penyelenggara Pemilu mulai dari tingkat KPPS, PPS, PPD dan KPU Mimika.

"Ini sudah menjadi urusan KPU dan perangkatnya, masyarakat tidak perlu terprovokasi. Soal siapa yang menang dan siapa yang kalah, itu bukan lagi urusan kita karena sebagai masyakat kita sudah menyukseskan pesta demokrasi dengan menyalurkan hak suara," jelas Lukas.

Ia meminta para kandidat yang ikut berkompetisi dalam Pilkada Mimika kali ini agar memberikan contoh yang baik kepada massa pendukungnya.

"Bagi yang menang, jika memang itu adalah murni pilihan rakyat maka itu merupakan sebuah kebanggaan. Tapi kalau menang karena permainan kotor maka ujung dari Pilkada Mimika pasti akan terjadi konflik. Kalau memang demikian, silahkan para elit berperang dengan otak, bukan berperang secara fisik, jangan beri pengaruh buruk kepada rakyat," pinta Lukas.

LEMASA menilai penyelenggaraan Pilkada Mimika pada 10 Oktober 2013 sangat buruk dibandingkan dengan penyelenggaraan pilkada sebelumnya.

"Pilkada kali ini lebih buruk dari Pilkada 2008 sehingga menurut pandangan kami dari LEMASA, seharusnya Pilkada ini diulang kalau memang benar ada banyak cacat dan bobroknya," tutur Lukas.

Bobroknya penyelenggaraan Pilkada Mimika 10 Oktober 2013, katanya, tidak lepas dari belum siapnya penyelenggara mulai dari KPU hingga KPPS.

"Kesannya terlalu terburu-buru, tidak dipersiapkan secara matang. Kita bisa lihat sejak awal begitu banyak calon yang mendaftar sampai 14 pasangan, lalu pada saat seleksi, koq bisa terdapat 11 pasangan yang dinyatakan lolos, padahal ada banyak persyaratan yang tidak mereka lengkapi," ujarnya.

Selain itu, katanya, beberapa tahapan yang telah ditetapkan KPU Mimika tidak berjalan seperti pemaparan visi-misi pasangan calon serta tidak digelarnya debat kandidat.

Saat pemungutan suara pada Kamis 10 Oktober 2013, menurut Lukas, tidak ada kesan agenda itu benar-benar dilaksanakan secara tertib dan teratur.

"Sangat kacau, ada banyak TPS yang sengaja dihilangkan, ini membuat orang mulai curiga. Selanjutnya politik uang sangat nyata, tim pemenangan kandidat bawa uang keluar masuk TPS. Lalu petugas KPPS tunggu uang dari para kandidat untuk atur surat suara sisa," tanya Lukas.

Hingga saat ini KPU Mimika belum juga menggelar rapat pleno penetapan hasil perolehan suara 11 pasangan calon yang ikut dalam Pilkada 10 Oktober 2013, meskipun semua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) telah melaporkan hasil pleno rekapitulasi peroleh suara semua kandidat pada 12 distrik (kecamatan).

Sementara itu ratusan personel kepolisian dari Polres Mimika dibantu Brimob Detasemen B Polda Papua dikerahkan untuk mengamankan Gedung Eme Neme Yauware Timika, Senin.

Pengamanan ketat terhadap Gedung Eme Neme Yauware tersebut lantaran tersebar informasi bahwa KPU Mimika akan segera menggelar rapat pleno penetapan hasil perolehan suara Pilkada Mimika.

Pilkada Mimika pada 10 Oktober 2013 diikuti 11 pasangan calon. Sesuai data sementara yang dihimpun Antara, pasangan Abdul Muis-Hans Magal bersaing ketat dengan pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang.

Pilkada Mimika berpeluang berlangsung dua putaran lantaran tidak ada satu pasangan calonpun yang meraih dukungan suara minimal lebih dari 30 persen. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.