Header Ads

Program KB Kurangi Risiko Kematian Ibu

AMBON – BERITA MALUKU. Program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan pemerintah sebenarnya merupakan alternatif terbaik bagi masyarakat Indonesia untuk mengurangi risiko kematian ibu dan anak.

"Risiko kematian ibu akibat terlalu rapat usia kehamilannya bisa dicegah dengan mengikuti program KB yang mewajibkan cukup dua anak karena jarak kelahiran yang berjauhan," kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi di Ambon, Senin (13/5).

Ia mengungkapkan, tingkat kematian bayi temasuk di Provinsi Maluku sebenarnya masih cukup tinggi dan ini disebabkan tingkat kesehatan sang ibu yang kurang baik.

Menurut Nafsiah, ada tiga penyebab utama kematian ibu dan anak yakni pendarahan, tekanan darah tinggi waktu hamil, dan infeksi.

Pendarahan biasanya didapati pada ibu-ibu yang disebut Empat Terlalu (4T), yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat kehamilan, dan terlalu banyak anaknya.

"Usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua, maka risiko pendarahannya sangat tinggi. Begitu juga makin rapat waktu kehamilan membuat rahim ibu belum pulih sudah hamil kembali sehingga risiko pendarahan meningkat," katanya.

Ia menambahkan, tinggi atau rendahnya angka kematian bayi di daerah-daerah sangat bergantung pada kesehatan ibu dan ada tidaknya tenaga kesehatan yang terlatih

"Kalau persalinan tidak ditolong tenaga-tenaga kesehatan yang terlatih maka risiko terkena tetanus juga cukup tinggi," katanya.

Karena itu, lanjutnya, wanita berusia 15-49 tahun seharusnya diberikan tetanus toxoid untuk menumbulkan kekebalan dalam diri mereka, agar saat melahirkan maka bayi dan sang ibu terhindar dari infeksi mematikan. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.