Header Ads

Pasar Batu Akik di Biak Papua Jadi Sumber Ekonomi

Biak - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) mengungkapkan kegiatan pasar batu akik di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dalam sebulan terakhir ini mulai mengeliat menjadi sumber ekonomi pendapatan masyarakat asli setempat.

"Produksi batu akik Biak, seperti dari kampung Adibay dan kampung Sundey Distrik Biak Timur mulai diminati pengemar batu akik," kata Sekretaris Dinas Koperasi Eddy Rachmat di Biak, Senin.

Ia mengakui, munculnya kegiatan bisnis pencarian batu akik di Biak sekitarnya diharapkan dapat membuka lapangan kerja buat penduduk setempat.

Dari pengamatan Dinas Koperasi, menurut Eddy, pasar batu akik belakangan ini sangat booming digandrungi berbagai kalangan serta menjadi sarana berkumpulnya komunitas batu untuk saling bertukar informasi.

"Produksi batu akik Biak mulai dilirik dari pengemar luar Papua, ya kondisi ini mulai terlihat di Biak sekitarnya dalam beberapa minggu belakangan ini," katanya.

Muis, salah seorang pengemar batu akik mengungkapkan, pasaran batu akik Biak dalam bentuk bongkahan kecil dijual keliling mencapai Rp50 ribu/bongkahan.

Sementara untuk jenis batu akik yang sudah dibentuk dengan pengikat cincin, menurut pengemar batu akik, maka harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

"Untuk harga jual batu akik sangat bervariasi tergantung jenis dan varian warna batu yang dihasilkan," ungkap pengemar batu akik produksi Biak.

Hingga Senin pukul 10.00 aktivitas penjualan batu akik di Biak sekitarnya masih lancar di kalangan pengrajin batu karena meningkatnya permintaan peminat batu akik setempat. (ant/bm 10)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.