Header Ads

Soal Anti-Radikalisme, Sidang Umum PBB Setujui Usul Presiden Iran

New York - Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu dengan suara bulat menyetujui usul Presiden Iran Hassan Rouhani mengenai keperluan memerangi kekerasan dan radikalisme.

Presiden Rouhani mengajukan saran tersebut sekitar dua bulan lalu ketika menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB di New York.

Selama sidang badan PBB Rabu pagi, Perwakilan Tetap dan Duta Besar Iran untuk organisasi, Mohammad Khazaei, menguraikan isi usulan itu.

Setelah pidato tersebut, banyak duta besar dan perwakilan dari negara-negara anggota PBB menyampaikan pidato mendukung proposal itu serta meminta persetujuan sebagai cara praktis untuk menghadapi kekerasan dan radikalisme di dunia.

Menyuarakan dukungan untuk pandangan Presiden Rouhani, perwakilan tetap Filipina di PBB mengatakan usulan itu bisa memainkan peran penting dan efektif dalam pembentukan perdamaian dan keamanan dunia.

Perwakilan Amerika Serikat menyambut proposal Rohani dan mengatakan pemerintah baru Iran telah bergerak maju dengan moderasi dan ketenangan yang baik di wilayah domestik maupun di luar negeri.

Dia meyakini menghadapi kekerasan dan memprotes radikalisme adalah tujuan yang sangat penting.

Dia mencatat bahwa pernyataan yang diusulkan Iran menekankan perlunya interaksi dan keberatan terhadap kekerasan melalui cara-cara diplomatik.

Perwakilan Uni Eropa juga menghargai usulan Presiden Rouhani untuk melawan radikalisme di dunia.

Dia mengatakan bahwa Uni Eropa menganggap resolusi yang diusulkan Iran untuk mencabut radikalisme, kekerasan dan pembentukan perdamaian serta keamanan di dunia sebagai isu penting.

Utusan rezim Zionis untuk PBB adalah satu-satunya yang mencoba untuk menentang proposal dan adopsi dengan meningkatkan beberapa tuduhan yang tak berdasar. (ant/bm 10)

Diberdayakan oleh Blogger.