Header Ads

Opsi PDI Perjuangan, Mega-Jokowi atau Jokowi-Puan di 2014?

Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014. Salah satunya, melakukan survei internal tentang capres di Pilpres yang semakin dekat.

Dari survei internal yang diperoleh, pasangan Mega-Jokowi berhasil meraup suara 60 persen di atas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa dengan 30 persen.

Namun pasangan Mega-Jokowi belum final untuk dicalonkan. Sebab, ada nama putri bungsu Mega, Puan Maharani yang ingin meramaikan Pilpres. Adik tiri Prananda Prabowo ini dikabarkan ngotot ingin menjadi cawapres Jokowi tahun depan.

Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey tak menampik wacana Puan Maharani akan mendampingi Jokowi yang maju sebagai capres tahun depan. Namun, dia menegaskan, hal itu masih terus dikaji dan keputusan final ada di tangan Mega sebagai ketua umum PDIP.

"Itu makanya wacana yang berkembang seperti itu. Tapi hal itu bukan tidak mungkin, karena keputusan politik itu setelah pemilu. (Mega) pasti sudah tahu keputusan paling terbaik," ujar Olly di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/12).

Ketua Komisi XI DPR ini membantah jika ada perpecahan di internal yang dipicu oleh keinginan Puan juga maju di pemilu presiden. Dia menjelaskan, kader akan patuh kepada keputusan Megawati sebagai ketua umum.

"Semua pasti mau (maju di pemilu). Tapi kan semua ada alat ukur. PDIP paling enaklah, enggak ada konflik, karena tokoh central kita jelas dan tidak memihak kepentingan pribadi, kepentingan ini itu. Hanya melihat kepentingan bangsa," tegas dia.

Sementara itu, Wakil Sekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga meyakini jika Puan pasti siap jika diperintah maju sebagai cawapres Jokowi tahun depan. Eriko, yang dikenal sebagai orang dekat Puan, mengatakan sebagai cucu ideologis Bung Karno, Ketua Fraksi PDIP DPR itu sangat pantas meneruskan trah sang proklamator di Pilpres 2014.

"Apalagi beliau sudah langsung mengalami pengkaderan baik secara ideologis maupun sebagai cucu langsung dari proklamator, juga sudah teruji," ujar Eriko kepada merdeka.com.

Terlebih, Eriko menilai, kinerja Puan sebagai Ketua Fraksi DPR sangat baik, sehingga sah saja jika Mega memilih Puan sebagai pendamping Jokowi.

"Terutama selama penugasan sebagai Ketua Fraksi DPR yang dijalankan sangat baik di dalam kondisi situasi kita berada di luar kekuasaan," tegas dia. (Sumber: Merdeka.com
Diberdayakan oleh Blogger.