Header Ads

SD Kwadeware Kekurangan Guru dan Fasilitas Belajar

Sentani - SD (Sekolah Dasar) YPK (Yayasan Pendidikan Kristen) Kwadeware yang berada di Distrik Waibu Kabupaten Jayapura, Papua hingga saat ini masih kekurangan tenaga guru dan fasilitas untuk belajar di sekolah.

Salah satu tokoh perempuan Kampung Kwadeware Sumarni Marwere di Sentani, Senin mengatakan, pihaknya meminta Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw untuk melihat situasi dan kondisi yang dialami SD Kwadeware.

"SD YPK Kwadeware sangat kekurangan fasilitas belajar berupa, kursi, meja dan perpustakaan serta jumlah guru yang kini hanya tiga orang tenaga guru, sementara jumlah anak-anak sekolah kian hari kian bertambah," urainya kepada Antara di Sentani, Senin.

Menurut Sumarni, kampungnya sangat dekat kota, tapi pendidikan masih sangat kurang seperti di SD YPK yang kekurangan kursi, meja dan kekurangan guru. Disamping mengalami kekurangan fasilitas dan jumlah guru, diakui bahwa selama ini intensitas kehadiran guru sangat kurang sehingga pemerintah harus tanggap memberikan teguran kepada guru yang mengabdi di Kampung Kwadeware tersebut.

"Kami di kampung menginginkan kalau anak-anak kami baik, kami ingin juga anak kami mendapat pendidikan yang baik. Dan kalau guru merasa kekurangan insentif, pemerintah harus memperhatikannya sehingga mereka bisa melayani dengan baik di sekolah tersebut," ujarnya.

Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw, ia menuturkan bahwa prioritas utama yang dilakukan pihaknya adalah pendidikan dan kesehatan serta kesejahteraan bagi masyarakat Jayapura.

"Untuk itu, masalah pendidikan yang ada di Kampung Kwadeware sangat mendapat perhatian serius. Sehingga, permintaan dari masyarakat tersebut telah disampaikan kepada distrik untuk ditindaklanjuti," ungkapnya.

Matius menjelaskan bahwa mengenai kekurangan jumlah guru, juga menjadi perhatian serius pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

"Kami akan segara membicarakan kepada dinas terkait agar guru-guru bisa ditambah dan guru yang sekarang bisa aktif mengajar murid di sekolah," pungkasnya. (ant/bm 10)
Diberdayakan oleh Blogger.